{
    "biblio_id": 933,
    "title": "LUBUKLINGGAU PADA MASA PENDUDUKAN  JEPANG TAHUN 1942-1945",
    "type": "Skripsi",
    "gmd_name": "SKRIPSI S1 SEJARAH",
    "publisher_name": "Universitas PGRI Silampari",
    "publish_place": "Lubuklinggau",
    "publisher_year": "2023",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "959.8",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "959.8",
    "notes": "Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Lubuklinggau Pada Masa Pendudukan Jepang Tahun 1942-1945. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode Historis, adapun langkah-langkah: heuristik yaitu mengumpulkan sumber data, kemudian memverifikasi data, tahapan berikutnya mengintepretasi dan terakhir menuliskan sejarah secara sistematis, objektif dan disajikan secara tertulis. Suatu metode yang digunakan dalam proses penelitian terhadap sumber-sumber masa lampau yang berkaitan dengan Lubuklinggau Pada masa pendudukan Jepang Tahun 1942-1945 dengan referensi buku-buku yang ada  serta melakukan wawancara berkaitan dengan peristiwa yang ada di dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanggal 14 Februari 1942 tentara Jepang masuk ke Lubuklinggau. Tujuan utamanya merebut dan mengambil alih kekuasaan Belanda yang telah kalah dalam perang Asia Timur Raya, kemudian dilaksanakan serah terima kekuasaan Belanda atas wilayah Onder Afdeeling Moesi Oeloe dari controleur M. De Mey dan Adspirant-controleur O. A Ten Kate kepada Jepang yang diwakili oleh Bunsyu-tyo Cato. Lalu struktur pemerintahan meneruskan masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda yang hanya mengubah dengan istilah Jepang. Pada tanggal 20 April 1943, Musikami Gun dan Rawas Gun disatukan menjadi Bunshu Musikami Rawas dan ibukotanya berkedudukan di Lubuklinggau. Jepang mengumpulkan pemuda-pemuda di Lubuklinggau untuk dikonsentrasikan menjadi Barisan Pembantu Pemerintah (BPP), sebuah nama yang terhormat untuk pekerjaan yang tidak berkeprimanusiaan, dengan istilah Jepang yaitu Romusha. Serta Perkebunan Karet Belalau, digunakan oleh Jepang untuk mengamankan perkebunan dan menjadi tempat kamp tawanan perang Jepang terhadap orang-orang Belanda dan Sekutunya yang menjadi tawanan perang.\r\n\r\nKata Kunci: Lubuklinggau, Pendudukan Jepang, Tahun 1942-1945",
    "image": "COVER_SEJARAH_page-0001.jpg.jpg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "COVER"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PENGESAHAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ABSTRAK"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB I"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB V"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "DAFTAR PUSTAKA"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "JEFRI JULIANSYAH",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2024-04-26 09:57:19",
    "last_update": "2024-04-26 10:03:16"
}