{
    "biblio_id": 898,
    "title": "PENGARUH ANTIBAKTERI SARI PATI DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP ZONA HAMBAT BAKTERI Propionibacterium acnes SEBAGAI PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM BERBASIS  QR Code DI SMA",
    "type": "Skripsi",
    "gmd_name": "SKRIPSI S1 BIOLOGI",
    "publisher_name": "Universitas PGRI Silampari",
    "publish_place": "Lubuklinggau",
    "publisher_year": "2023",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "574",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "574",
    "notes": "Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sari pati daun kelor (Moringa oleifera) dapat membentuk zona hambat terhadap bakteri jerawat Propionibacterium acnes dan mengetahui hasil pengembangan petunjuk praktikum berbasis QR Code pada pembelajaran biologi di SMA. Metode penelitian murni menggunakan metode eksperimen laboratorium dan metode Research & Development (R&D) dengan model Borg & Gall untuk penelitian pengembangan. Populasi pada penelitian pengembangan merupakan siswa kelas XI IPA di SMA Karang Jaya sedangkan sampel yang digunakan yaitu 10 siswa. Teknik pengumpulan data penelitian murni diperoleh dengan melakukan pengamatan dan pengukuran zona hambat yang terbentuk menggunakan jangka sorong sedangkan pengembangan dilakukan dengan cara observasi ke lapangan dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian murni menggunakan statistik non paramterik uji kruskall wallis, penelitian pengembangan menggunakan data deskriptif kualitatif dan data deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil uji kruskal wallis didapatkan hasil bahwa Sig < \u03b1 yaitu 0,008 < 0,05 yang berarti menunjukan hasil yang signifikan. Hal ini menunjukan bahwa pemberian sari pati daun kelor (Moringa oleifera) berpengaruh terhadap zona hambat bakteri Propionibacterium acnes. Dan hasil uji lanjut Mann-Whitneyy menunjukan hasil bahwa kontrol positif (Chloramphenicol) memberikan zona hambat tertinggi namun pada dosis 50 gram dan 37,5 gram tidak berbeda nyata dengan kontrol positif. Pengembangan petunjuk praktikum berbasis QR Code di SMA menunjukan hasil persentase ahli media 85,42%, ahli bahasa 81,67%, ahli materi 93,18%, dan hasil dari keterbacaan siswa 92,78% yang menunjukan bahwa petunjuk praktikum berbasis QR Code yang dikembangkan sangat valid dan tidak perlu direvisi.\r\n\r\nKata Kunci: Antibakteri, Moringa oleifera, Propionibacterium acnes, QR Code",
    "image": "COVER_BIOLOGI_page-0001.jpg.jpg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "COVER"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PERSETUJUAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PENGESAHAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ABSTRAK"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB I"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB V"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "DAFTAR PUSTAKA"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "SELVIA OCTALINE",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2024-04-01 08:31:55",
    "last_update": "2024-04-01 08:35:59"
}