{
    "biblio_id": 755,
    "title": "PERBANDINGAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI ANTARA PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF PEMAIN FUTSAL FORZA LUBUKLINGGAU",
    "type": "Skripsi",
    "gmd_name": "Skripsi PJKR",
    "publisher_name": "Universitas PGRI Silampari",
    "publish_place": "Lubuklinggau",
    "publisher_year": "2023",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "600",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "600",
    "notes": "Penelitian oleh Eka Iswahyudi NIM. 6019073 berjudul Perbandingan Daya Tahan Kardiorespirasi Antara Perokok Aktif dan Perokok Pasif Pemain Futsal Forza Lubuklinggau. Pembimbing utama Muhammad Suhdy, M.Pd dan Pembimbing pendamping Muhammad Supriyadi, M.Pd Universitas PGRI Silampari 2023\r\nABSTRAK\r\nPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan daya tahan kerdiorespirasi antara perokok aktif dan perokok pasif pemain futsal Forza Lubuklinggau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian non-eksperiment dan desain penilitian komparatif. Dalam penelitian ini bermaksud untuk memberi gambaran informasi apakah ada perbandingan daya tahan kardiorespirasi antara perokok aktif dan perokok pasif pemain futsal Forza Lubuklinggau. Populasi seluruh pemain berjumlah 35 pemain dan teknik pengambilan sampel purposive sampling berjumlah 24 pemain, terdiri dari 12 pemain perokok aktif dan 12 pemain perokok pasif. Teknik pengumpulan data menggunakan survey, tes, dan pengukuran. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perokok aktif memiliki rerata daya tahan kardiorespirasi 33,9250. Perokok pasif memiliki rerata daya tahan kardiorespirasi 43,4420. Berdasarkan hasil uji beda antara perokok aktif dan perokok pasif diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05). Oleh karena nilai (p < 0,05), dan t hitung (5,941) lebih besar dari t tabel (2.074) maka dapat disimpulkan bahwa daya tahan kerdiorespirasi perokok aktif tergolong sangat rendah, sedangkan daya tahan kardiorespirasi perokok pasif tergolong baik, dan terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya, di mana daya tahan kardiorespirasi perokok pasif berolahraga lebih baik dibandingkan dengan perokok aktif pada pemain futsal Forza Lubuklinggau.\r\n\r\nKata kunci: daya tahan, perokok aktif pasif",
    "image": "cover_eka.png.png",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PERSETUJUAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "COVER"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PENGESAHAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ABSTRAK"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB I"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB V"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "DAFTAR PUSTAKA"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "EKA ISWAHYUDI",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2024-01-30 08:49:22",
    "last_update": "2024-02-02 09:20:36"
}