{
    "biblio_id": 2177,
    "title": "NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI MANDI KASAI SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KEBUDAYAAN LUBUKLINGGAU",
    "type": "Skripsi",
    "gmd_name": "SKRIPSI S1 SEJARAH",
    "publisher_name": "Universitas PGRI Silampari",
    "publish_place": "Lubuklinggau",
    "publisher_year": "2025",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "959.8",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "959.8",
    "notes": "Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Mandi Kasai, metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dalam meneliti mengenai nilai-nilai kearifan lokal dengan menggunakan tekhnik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi, sehingga didapatkan data mengenai sejarah, nilai-nilai, dan bentuk pelestarian terhadap tradisi Mandi Kasai. Berdasarkan data yang telah terkumpul didapatkan hasil kesimpulan bahwa tradisi Mandi Kasai digagas oleh Kriye Mambul setelah ia bermalam di Kesultanan Palembang dalam menjalankan tugas membayar upeti berupa hasil alam di wilayah Lubuklinggau kepada Kesultanan Palembang, dalam prosesi Mandi Kasai terdiri dari beberapa tahapan seperti arak-arakan pengantin, melanger, mandi simburan, pemakain sumping, arak-arakan kembali kerumah, nyopi dan cacapan, tabur beras kunyit, punjung telur, dan tahapan terakhir yaitu kawin adam, adapun makna yang terkandung dalam tradisi Mandi Kasai yaitu untuk mensucikan dan membersihkan diri pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga dan Mandi Kasai dijadikan simbol pelepasan masa lajang kedua pengantin sehingga diharapkan kedua pengantin sadar akan tugas dan tanggung jawab dalam kehidupan berumah tangga, tak hanya menggandung makna dalam tradisi Mandi Kasai terkandung beberapa nilai-nilai kearifan lokal seperti nilai religi, nilai estetika, nilai gotong, dan nilai moral. Sebagai tradisi yang telah dilakukan sejak lama secara turun menurun telah dilakukan upaya dalam melestarikan kebudayaan Mandi Kasai seperti pagelaran seni mengenai Mandi Kasai, peneribitan buku tentang Mandi Kasai, serta upaya sosialiasi yang dilakukan oleh dinas terkait kepada masyarakat terutama masyarakat Kota Lubuklinggau .     \r\n\r\nKata kunci: Mandi Kasai, Nilai-nilai kearifan lokal",
    "image": null,
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "COVER"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PERSETUJUAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PENGESAHAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ABSTRAK"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB I"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB V"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "DAFTAR PUSTAKA"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "MUHAMMAD WELY KURNIAWAN",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2026-03-11 11:34:32",
    "last_update": "2026-03-11 11:42:24"
}