{
    "biblio_id": 2004,
    "title": "TINJAUAN HISTORIS PENYEGE KAMPUNG BATU URIP SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL",
    "type": "Skripsi",
    "gmd_name": "SKRIPSI S1 SEJARAH",
    "publisher_name": "Universitas PGRI Silampari",
    "publish_place": "Lubuklinggau",
    "publisher_year": "2025",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "959.8",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "959.8",
    "notes": "Penelitian ini bertujuan   untuk meninjau secara historis dan menggali informasi terkait asal-usul Penyege Kampung Batu Urip sebagai upaya pelestarian kearifan lokal. Fokus utama kajian ini adalah menganalisis genealogi tokoh masyarakat, khususnya  Karengak,  Kerie  Mambul,  dan  Penyege  Malea,  yang  merupakan leluhur penting di Kampung Batu Urip. Namun, keterbatasan sumber tertulis langsung  mengenai  sejarah  lokal  ini  menjadikan  tradisi  lisan  sebagai  sumber utama informasi. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan pendekatan antropologi, dengan tahapan heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber internal dan eksternal), interpretasi (penafsiran data), dan historiografi (penulisan sejarah). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber asli Kampung Batu Urip yang memiliki keterkaitan dengan silsilah tokoh tersebut. Sementara, data sekunder didapatkan dari dokumen, artikel, dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leluhur masyarakat Kampung Batu Urip di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, adalah pemukiman bersejarah yang sudah ada sejak era Kesultanan Palembang, dibuktikan dengan keberadaan makam menhir kuno dan pola pemukiman di sepanjang Sungai Kelingi, di mana silsilah tokoh seperti Karengak, Kerie Mambul, dan Penyege Malea menyoroti ikatan genealogi yang kuat dengan Ulak Lebar, sementara peninggalan fisik mereka menjadi bukti nyata warisan budaya dan sejarah lokal yang tak terpisahkan dari peradaban Kota Lubuklinggau.\r\n\r\n\r\nKata Kunci: Tinjauan Historis, Penyege, Kampung Batu Urip, Silsilah, Kearifan Lokal",
    "image": null,
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "COVER"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PERSETUJUAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PENGESAHAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ABSTRAK"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB I"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB V"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "DAFTAR PUSTAKA"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "KRISNALDI DWINANDA",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-12-18 17:05:11",
    "last_update": "2025-12-18 17:20:48"
}