{
    "biblio_id": 1797,
    "title": "TRADISI ARAK-ARAKAN PERNIKAHAN DI DESA EMBACANG RAYA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA",
    "type": "Skripsi",
    "gmd_name": "SKRIPSI S1 SEJARAH",
    "publisher_name": "Universitas PGRI Silampari",
    "publish_place": "Lubuklinggau",
    "publisher_year": "2025",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "959.8",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "959.8",
    "notes": "Penelitian ini  bertujuan untuk  menggambarkan  dan memahami  tradisi  arak- arakan pernikahan yang berlangsung di Desa Embacang Raya dalam perspektif sosial. Tradisi arak-arakan merupakan salah satu unsur penting dalam rangkaian adat pernikahan yang tidak hanya berfungsi sebagai bentuk perayaan, tetapi juga mengandung makna sosial yang mendalam bagi masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, arak-arakan menjadi ajang kebersamaan, simbol penghormatan   kepada   kedua   mempelai,   serta   sarana   memperkuat   tali silaturahmi   antar   warga.   Penelitian   ini   menggunakan   metode   kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh adat, orang tua mempelai, pemuda desa, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam arak-arakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini tidak  hanya  dipertahankan  sebagai  warisan  budaya,  tetapi  juga  dimaknai sebagai bentuk gotong royong, penghargaan sosial, dan ekspresi rasa syukur kolektif atas peristiwa pernikahan. Meskipun terdapat perubahan dalam bentuk dan teknis pelaksanaan seperti penggunaan kendaraan hias dan musik modern nilai-nilai  sosial  yang  terkandung  tetap terjaga.  Arak-arakan  menjadi media penguat identitas budaya dan simbol keterikatan sosial yang masih hidup dalam keseharian masyarakat Embacang Raya. Tradisi ini mencerminkan semangat kebersamaan  yang  tinggi  dan  menjadi bagian  dari  sistem  sosial  yang  terus berkembang seiring waktu.\r\n\r\nKata  Kunci:  Tradisi  Arak-Arakan,  Pernikahan,  Perspektif  Sosial,  Budaya Lokal, Masyarakat Embacang Raya",
    "image": "SEJARAH.jpg.jpg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "COVER"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "COVER"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PERSETUJUAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PENGESAHAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ABSTRAK"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB I"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB V"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "DAFTAR PUSTAKA"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "IRA KURNIA",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-10-20 08:37:22",
    "last_update": "2025-10-20 08:40:38"
}