{
    "biblio_id": 1595,
    "title": "AJARAN MARHAENISME SOEKARNO DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI-POLITIK INDONESIA PADA TAHUN 1945 - 1960",
    "type": "Skripsi",
    "gmd_name": "SKRIPSI S1 SEJARAH",
    "publisher_name": "Universitas PGRI Silampari",
    "publish_place": "Lubuklinggau",
    "publisher_year": "2024",
    "collation": "",
    "series_title": "",
    "call_number": "959.8",
    "language_name": "Indonesia",
    "source": "mixed material",
    "classification": "959.8",
    "notes": "Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampk Ajaran Marhaenisme Soekarno Dalam Pembangunan Ekonomi-Politik Indonesia Pada Tahun 1945-1960. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode historis. Tahapan penelitan historis yang digunakan adalah heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Pemikiran Soekarno tentang marhaenisme berakar dari pengamatannya terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia pada masa kolonial, di mana ia terinspirasi oleh seorang petani kecil bernama Marhaen. Marhaenisme mencerminkan perjuangan rakyat kecil yang hidup dalam kemiskinan akibat sistem kapitalis yang eksploitatif. Soekarno menekankan bahwa untuk mencapai keadilan sosial dan kemerdekaan, Indonesia harus bebas dari imperialisme dan kapitalisme. Ideologi marhaenisme, yang tertuang dalam 9 Tesis Marhaenisme dan dipresentasikan melalui Konferensi Partai Indonesia (Partindo) pada tahun 1933, mendasarkan perjuangannya pada asas sosio-nasionalis dan sosio-demokrasi. Kedua asas ini menggabungkan semangat nasionalisme dengan keadilan sosial untuk melawan penjajahan dan penindasan. Namun, penerapan marhaenisme dalam politik menghadapi banyak resistensi dan hambatan. Selama kepemimpinan Soekarno, Indonesia mengalami perubahan sistem demokrasi dari presidensil, parlementer, hingga terpimpin, yang masing-masing membawa gejolak politik tersendiri. Sistem demokrasi terpimpin, meskipun bersifat otoriter, diupayakan untuk mementingkan kepentingan rakyat sesuai dengan marhaenisme. Di bidang ekonomi, marhaenisme diwujudkan dalam sistem ekonomi terpimpin yang bertujuan memajukan perekonomian bangsa dengan kekuatan rakyat tanpa campur tangan asing. Meski menghadapi ketidakstabilan politik, pengaruh Soekarno pada periode 1945-1960 sangat signifikan dalam membentuk arah politik dan ekonomi Indonesia, dengan warisan pemikirannya tetap menjadi inspirasi bagi perjuangan dan pembangunan bangsa hingga saat ini.\r\n\r\nKata kunci: Marhaenisme, Pembangunan Ekonomi-Politik",
    "image": "cover_sejarah.jpg.jpg",
    "files": [
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "COVER"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PERSETUJUAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "LEMBAR PENGESAHAN"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "ABSTRAK"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB I"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "BAB V"
            }
        },
        {
            "slims:digital_item": {
                "#cdata": "DAFTAR PUSTAKA"
            }
        }
    ],
    "name": [
        {
            "authors": {
                "author_name": "HELDI AGUNG ALFIKRI ADWAR",
                "authority_type": "Pengarang"
            }
        }
    ],
    "input_date": "2025-07-09 10:56:34",
    "last_update": "2025-07-09 11:06:08"
}