SKRIPSI S1 SEJARAH
DAMPAK SOSIAL-EKONOMI PEMBANGUNAN JALUR REL KERETA API KOLONIAL BAGI MASYARAKAT LUBUKLINGGAU (1933-1942)
XML JSONPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang dampak sosial-ekonomi pembangunan jalur rel kereta api kolonial bagi masyarakat Lubuklinggau (1933-1942). Dalam hal ini peneliti menggunakan penelitian metode kualitatif atau historis (sejarah) dan metode mixed methods. Dengan menggunakan tahapan Heuristik, Verifikasi, Interpretasi dan Historiografi. Pembangunan jalur rel kereta api kolonial oleh Belanda pada tahun 1933-1942 di Lubuk Linggau, dimana pada saat itu pemerintahan Onder Afdeeling Moesie Oeloe di bawah pengawasan Controleur telah berhasil membangun perkebunan karet di Belalau, kelapa sawit di Air Temam, persawahan di Tugumulyo. Hasil penelitian ini, bahwa kolonial Belanda melakukan pembangunan jalur rel kerata api pada tahun 1933-1942 di Kota Lubuklinggau dengan alasan karena di daerah Lubuklinggau memiliki hasil alam yang baik berupa hasil hutan (kayu), hasil perkebunan dan pertanian (nila, kopi, lada, cengkeh, pala, tembakau, teh, karet), hasil tambang (minyak bumi, emas, batu bara, dan timah), sehingga transportasi kereta api diharapkan mampu mengangkut hasil alam dan hasil perkebunan secara massal menuju pelabuhan yang sekaligus membuka akses hubungan ekonomi-sosial kolonial Belanda kedaerah pedalaman pedalaman khususnya wilayah Lubuklinggau. Pembangunan jalur rel kereta api oleh Belanda memberikan dampak bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Lubuklinggau dapat dilihat dari segi positif ialah adanya lapangan pekerjaan, memudahkan sarana prasarana, biayanya yang relatif murah dan jadwal keberangkatan terstruktur. Sedangkan dampak negatifnya kereta api tersebut dapat menimbulkan suara tidak jelas (keributan) dan getaran bagi masyarakat Lubuklinggau. Sedangkan bagi Belanda kereta api dijadikan sebagai transportasi utama dalam sarana untuk angkutan hasil bumi dan dibawa ke Palembang, Lampung sebagai pelabuhan menuju Batavia. Kereta api menjadi alat transportasi dominan dalam menunjang aktivitas manusia serta sarana angkut hasil bumi yang berkapasitas besar sehingga dapat mereduksi biaya dan waktu dalam pengiriman. Sehingga pada akhirnya, kereta api juga difungsikan sebagai angkutan penumpang mengingat tingginya mobilitas masyarakat pribumi untuk menggunakan jasa kereta api sebagai sarana transportasi andalan waktu itu.
Kata Kunci: Dampak, Pembangunan sosial-ekonomi, Kereta Api Kolonial, Lubuklinggau.
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
SELPIA - Personal Name
|
| Student ID |
3020016
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji |
Dr. Yadri Irwansyah, M.Pd. - - Ketua Penguji
Dr. Supriyanto, M.Pd. - - Penguji 1 Ira Miyarni Sustianingsih, M.Hum - - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
87201
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
|
| Kontributor |
SELPIA - Kontributor
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Universitas PGRI Silampari : Lubuklinggau., 2024 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil |
959.8
|
| Copyright |
Universitas PGRI Silampari
|
| Doi |








